Showing posts with label Trends. Show all posts
Showing posts with label Trends. Show all posts

Benarkah ? Game COC Akan Ditutup 29 Februari Mendatang ?



Salah satu game yang sangat populer di dunia dan juga di Indonesia yaitu Game Clash of Clans, diinformasikan akan ditutup pada 29 Februari 2016 mendatang. Hal ini berdasarkan informasi dari salah satu postingan di forum Clash of Clans (CoC).

Namun, website Product-reviews sudah mengonfirmasi ke pihak Supercell bahwa game strategi Clash of Clans tidak akan ditutup pada 29 Februari 2016. Informasi yang beredar tentang ditutupnya game Clash of Clans tersebut hanyalah HOAX atau kabar bohong dan cuma mencari trending topic semata.

Berikut salah satu postingan di forum Clash of Clans (CoC),


Game Clash of Clans menjadi salah satu sumber pemasukan yang besar untuk pihak Supercell. Bahkan tidak ada keinginan sama sekali dari perusahaan untuk mengakhiri CoC dalam waktu dekat ini.

Pada tahun 2014, pihak Supercell pernah mengumukan hasil keuangan mereka. Developer asal Finlandia itu berhasil mendapatkan pemasukan dengan total 1,1 miliar poundsterling atau sekira Rp20,9 triliun. Pemasukan itu didapatkan dari 3 gaenya yaitu Hay Day, Clash of Clans, serta Boom Beach.

Netflix Diblokir di Indonesia


Bukan hanya ganool yang diblokir telkom, netflix juga diblokir :(
Berikut ini berita nya :


Layanan video streaming Netflix dipastikan tak akan bisa diakses melalui broadband Indihome, WiFi.id, dan akses seluler Telkomsel karena telah resmi diblokir oleh Telkom Group.

Telkom memutuskan memblokir layanan Netflix mulai 27 Januari 2016 pukul 00.00 WIB. "Per tadi malam," ujar Vice President Consumer Marketing & Sales Telkom, Jemy Cofindo kepada detikINET, Rabu (27/1/2016).

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Konsumer Telkom Dian Rachmawan juga mengatakan Netflix diblokir karena dianggap tidak memenuhi regulasi di Indonesia dan banyak memuat konten berbau pornografi.

"Kami ini Badan Usaha Milik Negara, harus menjadi contoh dan menegakkan kedaulatan Negara Kedaulatan Republik Indonesia dalam berbisnis. Kita maunya kalau berbisnis itu harus mematuhi aturan Indonesia," tegasnya.

Dijelaskannya, jika ada kerjasama antara Netflix dan Telkom maka konten yang mengandung kekerasan dan pornografi bisa tersaring untuk pelanggan IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.

"Kalau kerjasama langsung, kita bisa kelola Netflix melalui platform yang dimiliki Telkom. Aksi blokir ini tak akan berdampak ke pelanggan kami, mereka (Netflix) masih kecil di sini. Mumpung masih kecil, kita ajarin ikut aturan di sini," pungkasnya.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara memberikan kelonggaran bagi Netflix memenuhi aturan di Indonesia sebelum habis masa promosinya yakni 7 Februari mendatang.

Ia mengatakan bahwa Netflix harus berbadan hukum tetap atau bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Opsi lain yang ditawarkan adalah Netflix harus memiliki izin sebagai penyelenggara penyedia konten.

Operator, khususnya penyelenggara fixed broadband yang menawarkan paket data unlimited, dalam posisi paling merana dengan kehadiran Netflix karena OTT ini haus bandwidth. Soalnya, untuk streaming film HD tiap satu jam bisa menyedot kuota data hingga 3GB.

Di Singapura, Netflix bekerja sama dengan SingTel dan Starhub. Hal yang sama juga terjadi di Italia dengan Telecom Italia.

Sementara di Vietnam, sedang dalam kajian akan dilakukan pemblokiran oleh regulator setempat dengan alasan yang sama di Indonesia, belum memiliki lisensi dan filterisasi konten.

"Di luar negeri mereka (Netflix) lakukan kerjasama dengan beberapa operator, masa di sini tidak? Padahal, jika kerjasama dengan operator lokal banyak manfaat didapatkan kedua belah pihak," pungkas Dian. (rou/ash) 

Heboh ! Chitato Rasa Indomie, Ini Tanggapan Indofood


Chitato Rasa Indomie

Dunia maya diramaikan oleh hadirnya unggahan foto produk makanan ringan Chitato rasa Indomie goreng. Foto tersebut diunggah oleh Axton Salim, putra pemilik Salim Group yang menaungi grup Indofood, Anthoni Salim.

Menurut GM Corporate Communication Indofood Stefanus Indrayana, foto produk Chitato rasa Indomie goreng yang ramai beredar di media sosial adalah produk perdana. Akan tetapi, produk Chitato rasa terbaru tersebut belum beredar di pasaran.

"Itu produk Chitato produksi perdana, tetapi belum ada di pasaran. Bukan karena ulang tahun," kata Stefanus kepada Kompas.com, Selasa (26/1/2016).

Stefanus menjelaskan, produk Chitato rasa Indomie goreng tersebut memang merupakan inovasi terbaru dari PT Indofood Fritolay Makmur, selaku produsen Chitato.

Adapun pemilihan rasa Indomie goreng, menurut Stefanus, kemungkinan lantaran Indomie goreng merupakan varian produk mi instan yang sudah amat populer di masyarakat.

"Tetapi, kalau dari proses produksi sampai akhirnya ke pasaran, itu kan membutuhkan waktu yang lama. Distribusinya juga. Ini inovasinya Chitato saja," ujar Stefanus.

Axton Salim mengunggah foto Chitato rasa Indomie goreng tersebut melalui akun Twitter pribadinya, @axtonsalim. Dalam unggahannya tersebut, Axton mengatakan, varian terbaru tersebut hadir untuk merayakan ulang tahunnya.

"New limited ed @indomie x @chitato out of factory for my birthday. Teased much? :) Coming to a store near you real soon," tulis Axton.